Nama
Annisa Fajriatul A (7)
Mapel
Bahasa Indonesia
Kelas
X immersi IPS

Saya Layak Mendapatkan Nilai 90
Kata Pengantar
Assalamualaikum wr wb
Alhamdulillahirobbil alamin, puji syukur hanya tercurahkan kepada allah SWT atas limpahan karunianya, karya kecil permintan pembuatan tugas yang berjudul Saya Layak Mendapatkan Nilai 90 ini bisa terselesaikan.
Dalam tulisan kali ini, sangat diharapkan bapak dapat mengetahui seberapa jauh dan seberapa mampu saya dalam memahami mata pelajaran bahasa Indonesia kelas X. sehingga bapak dengan secara adil dapat memberikan nilai 90 kepada saya.
Semoga tulisan ini dapat membantu saya mencapainya. Kritik dan saran yang membangun sangat membantu penyusun demi kesempurnaan karya ini.
Wassalamualaikum wr wb

Yth.Bp Nizar Maulana A.S                                                                  Jepara,30 mei 2016
Description: D:\nisa\13177809_586970684791852_2777891089313107132_n.jpgDescription: D:\nisa\59363_10201421770423386_4250697468858985882_n.jpg
Nb: dulu bapak pernah menuruh saya dkk untuk presentasi tentang puisi baru.namun mungkin waktu dan keadaan yang tidak memungkinkan sehingga, tertunda dan akhirnya tidak terselesaikan, maka dari itu saya akan menuliskan semua materi yang dulu saya dkk tidak jadi mempresentasikannya.
Saya mohon bapak tidak lupa untuk memasukkannya kedalam daftar nilai. Terimakasih..:)



PUISI BARU
  • Puisi baru memiliki bentuk yanglebih bebas daripada puisi lama baik dalam segi jumlah baris, suku kata, maupun rima.
  • Ciri-ciri Puisi Baru :
      1.        Bentuknya rapi, simetris
      2.        Mempunyai persajakan akhir (yang teratur)
      3.        Banyak mempergunakan pola sajak pantun dan syair meskipun ada pola yang lain
      4.        Sebagian besar puisi empat seuntai
      5.        Tiap-tiap barisnya atas sebuah gatra (kesatuan sintaksis)
      6.        Tiap gatranya terdiri atas dua kata (sebagian besar) : 4-5 suku kata
  • Jenis-jenis Puisi Baru :
      1.        Menurut isinya, puisi dibedakan atas :
      §  Balada adalah puisi berisi kisah/cerita
      §  Himne adalah puisi pujaan untuk Tuhan, tanah air, atau pahlawan
      §  Ode adalah puisi sanjungan untuk orang yang berjasa
      §  Epigram adalah puisi yang berisi tuntunan/ajaran hidup
      §  Romance adalah puisi yang berisi luapan perasaan cinta kasih
      §  Elegi adalah puisi yang berisi ratap tangis/kesedihan
      §  Satire adalah puisi yang berisi sindiran/kritik
      2.        Menurut bentuknya, puisi dibedakan atas :
      §  Distikon
      §  Terzina
      §  Quatrain
      §  Quint
      §  Sektet
      §  Septime
      §  Oktaf/Stanza
      §  Soneta
  • Contoh jenis puisi menurut isinya :
a)       BALADA
Puisi karya Sapardi Djoko Damono yang berjudul “ Balada Matinya Aeorang Pemberontak”
b)       HYMNE
Bahkan batu-batu yang keras dan bisu
Mengagungkan nama-Mu dengan cara sendiri
Menggeliat derita pada lekuk dan liku
bawah sayatan khianat dan dusta.
Dengan hikmat selalu kupandang patung-Mu
menitikkan darah dari tangan dan kaki
dari mahkota duri dan membulan paku
Yang dikarati oleh dosa manusia.
Tanpa luka-luka yang lebar terbuka
dunia kehilangan sumber kasih
Besarlah mereka yang dalam nestapa
mengenal-Mu tersalib di datam hati.
c) ODE
Generasi Sekarang
Di atas puncak gunung fantasi
Berdiri aku, dan dari sana
Mandang ke bawah, ke tempat berjuang
Generasi sekarang di panjang masa
Menciptakan kemegahan baru
Pantoen keindahan Indonesia
Yang jadi kenang-kenangan
Pada zaman dalam dunia
(Asmara Hadi)
d) EPIGRAM
Hari ini tak ada tempat berdiri
Sikap lamban berarti mati
Siapa yang bergerak, merekalah yang di depan
Yang menunggu sejenak sekalipun pasti tergilas.
(Iqbal) e) ELEGI
Senja di Pelabuhan Kecil
Ini kali tidak ada yang mencari cinta
di antara gudang, rumah tua, pada cerita
tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut
menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang
menyinggung muram, desir hari lari berenang
menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
dan kini tanah dan air tidur hilang ombak.
Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan
menyisir semenanjung, masih pengap harap
sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap
(Chairil Anwar)
f) SATIRE
Aku bertanya tetapi pertanyaan-pertanyaanku
membentur jidad penyair-penyair salon,
yang bersajak tentang anggur dan rembulan,
sementara ketidakadilan terjadi di sampingnya,
dan delapan juta kanak-kanak tanpa pendidikan, termangu-mangu dl kaki dewi kesenian.
(Rendra)
  • Contoh jenis puisi dari bentuknya :
a)       DISTIKON
Contoh :
Berkali kita gagal
Ulangi lagi dan cari akal
Berkali-kali kita jatuh
Kembali berdiri jangan mengeluh
(Or. Mandank)
b) TERZINA
Contoh :
Dalam ribaan bahagia datang
Tersenyum bagai kencana
Mengharum bagai cendana
Dalam bah’gia cinta tiba melayang
Bersinar bagai matahari
Mewarna bagaikan sari
Dari ; Madah Kelana
sekian……………………………………………………………………………………………….

Komentar